CIMARGA, BANTEN busernasionalnews.my.id — Menyikapi pemberitaan yang beredar di media sosial terkait Dapur SPPG Tambak Cimarga #002, Yayasan Amal Rakyat Banten Bersatu, pemilik dapur, H. Eli, memberikan klarifikasi dan penjelasan secara langsung mengenai sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik.
H. Eli membenarkan adanya kendala terkait pengelolaan limbah dapur. Namun, menurutnya, secara umum operasional dapur telah berjalan dengan mengacu pada prosedur dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Setelah mengetahui adanya pemberitaan mengenai persoalan tersebut, H. Eli mengaku langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ia juga mengambil tindakan untuk segera melakukan pembenahan terhadap persoalan limbah agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
H. Eli menyayangkan persoalan tersebut dapat terjadi, khususnya karena pengelolaan limbah sebelumnya telah dipercayakan kepada seseorang berinisial KI.
“Setelah mengetahui adanya pemberitaan, saya langsung mengecek ke lokasi dan mengambil tindakan untuk membereskan persoalan limbah tersebut. Saya menyayangkan karena pengelolaan limbah sebelumnya sudah dipercayakan kepada pihak yang menangani,” ujar H. Eli.
Klarifikasi Terkait Penggunaan Air Waduk Karian
Terkait informasi mengenai penggunaan air yang bersumber dari Waduk Karian, H. Eli membenarkan bahwa air tersebut memang digunakan untuk kebutuhan operasional dapur.
Namun, ia menjelaskan bahwa penggunaan air tersebut dilakukan dengan mengikuti prosedur yang menurutnya telah dikoordinasikan sesuai ketentuan dari pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan. Air tersebut juga melalui proses sterilisasi menggunakan peralatan sebelum digunakan.
H. Eli menegaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan kebutuhan air untuk kegiatan dapur tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tidak mengabaikan aspek kebersihan maupun keamanan pangan.
Serap Tenaga Kerja dan Dukung UMKM Lokal
Selain memberikan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), keberadaan Dapur SPPG Tambak Cimarga #002 juga dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Menurut H. Eli, dapur tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi warga setempat serta melibatkan pelaku UMKM lokal dalam mendukung kebutuhan operasional dapur.
Sementara itu, berdasarkan keterangan pengelola, dapur SPPG tersebut melayani sekitar 3.347 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hingga saat ini, pihak pengelola menyampaikan belum menerima keluhan terkait menu makanan yang disediakan dan menilai makanan yang diberikan telah memenuhi unsur makanan bergizi.
Para penerima manfaat, termasuk siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya, juga disebut cukup terbantu dengan keberadaan program MBG di wilayah Tambak, Kecamatan Cimarga.
H. Eli berharap polemik yang berkembang di media sosial dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk terus melakukan perbaikan, khususnya dalam hal pengelolaan limbah, kebersihan, dan pelayanan kepada penerima manfaat.
Ia juga berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang sehingga persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara terbuka tanpa mengesampingkan fakta maupun kepentingan masyarakat.
Red/Tim
